Postingan

Menetaplah

Kamu, adalah manifestasi paling sederhana dari rehatku. Bagaimana tidak begitu? Dalam bentuk paling sederhana, kamu menunjukkan atensi itu. Dengan mengingat ceritaku berhari lalu, dengan bertanya sudah lebih baikkah sakit kepalaku, dengan pertanyaan singkat sudah apa harimu. Atensi itu sampai padaku. Dan dalam bentuk paling sederhana pun, aku mendapatkan afeksimu. Dengan panggilan yang datang di hampir setiap perjalananmu, dengan pesanku yang tetap kamu balas dengan pedulimu walau kadang sudah menumpuk dan mengganggu, dengan setiap kata yang kau baca dari tulisku, dengan usahamu menyemangatiku ketika sudah muncul minderku. Afeksi itu melingkupiku. Dan sebagai gantinya, dalam bentuk paling sederhana aku menyayangimu. Dalam setiap waktu yang kuusahakan untukmu. Dalam setiap racau panjang akibat kekhawatiranku. Dalam setiap tangis yang kusimpan karena takut hilangmu. Dalam setiap ujar yang kutahan karena takut memberatkanmu. Dalam setiap selamat malamku. Dalam setiap semangat hari ...

Menetaplah

Kamu, adalah manifestasi paling sederhana dari rehatku. Bagaimana tidak begitu? Dalam bentuk paling sederhana, kamu menunjukkan atensi itu. Dengan mengingat ceritaku berhari lalu, dengan bertanya sudah lebih baikkah sakit kepalaku, dengan pertanyaan singkat sudah apa harimu. Atensi itu sampai padaku. Dan dalam bentuk paling sederhana pun, aku mendapatkan afeksimu. Dengan panggilan yang datang di hampir setiap perjalananmu, dengan pesanku yang tetap kamu balas dengan pedulimu walau kadang sudah menumpuk dan mengganggu, dengan setiap kata yang kau baca dari tulisku, dengan usahamu menyemangatiku ketika sudah muncul minderku. Afeksi itu melingkupiku. Dan sebagai gantinya, dalam bentuk paling sederhana aku menyayangimu. Dalam setiap waktu yang kuusahakan untukmu. Dalam setiap racau panjang akibat kekhawatiranku. Dalam setiap tangis yang kusimpan karena takut hilangmu. Dalam setiap ujar yang kutahan karena takut memberatkanmu. Dalam setiap selamat malamku. Dalam setiap semangat hari ...

Sebuah tulisan tentang dirimu.

Lama setelah kau pergi. Rupanya bukan tentang sulitnya melupakan, tapi ingatan sendiri yang ingin tetap menyimpan cerita terbaik agar bisa dikenang sepanjang hidup. Ya, ketika dirimu memutuskan untuk pergi, hatiku tak pernah mau untuk mencoba melupakan dirimu. Hatiku masih mengharapkan bahwa kelak kau akan kembali padaku. Semua terasa hampa tanpa adanya dirimu disisiku. Dunia seakan menertawaiku, karena sampai sekarang dirimu tetaplah bukan milikku. Tolong ajari aku bagaimana caranya berhenti mengharapkanmu tanpa harus membencimu.  Perubahan sikapmu sangatlah kentara sekali. bagaimana bisa, dari yang sehangat napas, seketika sedingin laut lepas. Ya, dirimu kini sangatlah dingin. Mengapa ini harus terjadi di tengah-tengah kebahagiaan? tak bisa kah, kau lebih lama lagi untuk menetap. setidaknya sampai aku merasakan rasanya dicintai oleh dirimu. Rindu. Aku sangat merindukanmu.  Menatap parasmu merupakan canduku.  Senyumanmu penyemangat bagiku. ...

Special.

You’re still the first person I want to talk to when I hear bad news, you’re still the only one I want to cry to. You’re still the only one who can make me feel better when things go wrong; I don’t know if it’s the sound of your voice or the words you say so articulately or just the way you understand my silence when people struggle to understand my words. You’re still the only one capable of making me smile when my tears are pouring down my face, you’re still the hand I want to hold when I can’t even feel mine. Because it’s always the tough times that reveal to you who you need the most and it’s no surprise that I need you. I need you to tell me that it’s going to be okay, and if it’s not then at least you’re with me. I need you to quiet my mind so I can sleep at night because you can turn my nightmares into dreams. And I admit that I can’t do this alone. I can, but today, I don’t want you....

Kehilangan.

Kau hilang dalam genggamanku.   Mengubah perasaanku menjadi tak menentu. Hilang semua tanda tanyaku, menyimpulkan hal baru, bahwasannya kau tak butuh aku. Langit pun tahu perasaanku. Kelabu, dan   sedih harus menerima kenyataan ini. Untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa kehilangan,   Aku yang kini merasa paling sendiri, paling sepi, paling sunyi, berdiri di tempat paling nyeri.    Kehilanganmu seperti kehilangan separuh hidupku. Saat engkau melangkah untuk pergi,hatiku sedih. Saat kau tak peduli hatiku sakit. Dan saat kau ucapkan kata perpisahan, Saat itu pula hidupku tak berarti, Aku telah kehilangan . Orang yang begitu berharga dalam hidupku, kini telah pergi. Jejaknya, tak pernah kutemui lagi. Entah dimana dirimu berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Apakah disana kau rindukan aku? Seperti diriku yang selalu merindukanmu. Meski cinta ini tak menyatu dalam satu hati, Aku tak kan menghapusmu dari hidupku... Aku cemb...

Sebuah sapaan

Ada   hal kecil ya bisa dikatakan sederhana, yang dapat membuat seseorang, khususnya diriku merasa bahagia tiada tanding. Apakah hal sederhana itu?... Sebuah sapaan darimu. Sederhana sekali bukan? Yap, mungkin bagimu itu hanya sepele. Tapi tidak bagiku. Aku sangat merindu sebuah sapaan darimu.  Karena, sapaanmu terasa manis bagiku. Walau, kadangkala aku membalas sapaanmu dengan wajah jutek. Percayalah Dalam batinku, aku menjerit bahagia. Sebuah sapaan darimu, dapat membuat hari hariku menjadi lebih baik. Nyatanya bahagia memang tercipta dari hal hal sederhana. Namun, sebuah sapaan tak selamanya baik. Kadang sebuah sapaan dapat menghancurkan move on dalam sekejap. Ya, itulah yang kini aku rasakan. Jangan menyapaku, sapaanmu terlalu lembut. Aku takut menyayangimu lagi. Aku   ingin sekali menyapamu. Tapi, rasanya gengsi. Kadang ada rasa rindu dibalik sebuah sapaan. Apakah itu artinya kau merindukan aku ? karena tiba-tiba saja kau...

Jauh darimu

Hai bagaimana dengan kabarmu? Kuharap kau selalu dalam keadaan   baik. Sudah lama kita tak berjumpa dan bertegur sapa. Aku disini masih dengan perasaan yang sama, tak berubah sesenti pun. Aku masih disini menunggu dirimu kembali dalam dekapanku.  Kini, kita saling berjauh-jauhan. Seakan-akan kita seperti orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Nyatanya, dulu kita saling bersenda gurau bersama, saling melontarkan lelucon, dan menghabiskan waktu bersama walau tak begitu sering. Aku sangat ingin menemuimu,diantara pergeseran angin atau di sela basah garis hujan. Aku sangat ingin menemuimu diruang yang disisakan embun atau disudut hati yang tak ada. Aku sangat ingin menemuimu di dalam bulat kornea mata. Apakah kau tahu? Yang lebih dingin dari es adalah bibirmu yang indah itu. Sebab, selalu saja beku saat aku bertanya apa arti aku?. Sudah banyak hati yang aku jauhi, agar kamu mengerti bahwa aku telah bertahan sekuat ini. tapi, mengapa kau seteg...