Sebuah tulisan tentang dirimu.
Lama setelah kau pergi.
Rupanya bukan tentang sulitnya
melupakan, tapi ingatan sendiri yang ingin tetap menyimpan cerita terbaik agar bisa dikenang sepanjang hidup. Ya, ketika dirimu memutuskan untuk pergi, hatiku tak pernah mau untuk mencoba melupakan dirimu. Hatiku masih mengharapkan bahwa kelak kau akan kembali padaku.
Semua terasa hampa tanpa adanya dirimu disisiku. Dunia seakan menertawaiku, karena sampai sekarang dirimu tetaplah bukan milikku.
Tolong ajari aku bagaimana caranya berhenti mengharapkanmu tanpa harus membencimu.
Perubahan sikapmu sangatlah kentara sekali. bagaimana bisa, dari yang sehangat napas, seketika sedingin laut lepas. Ya, dirimu kini sangatlah dingin.
Mengapa ini harus terjadi di tengah-tengah kebahagiaan? tak bisa kah, kau lebih lama lagi untuk menetap. setidaknya sampai aku merasakan rasanya dicintai oleh dirimu.
Rindu.
Aku sangat merindukanmu.
Menatap parasmu merupakan canduku.
Senyumanmu penyemangat bagiku.
namun, cintamu hanyalah angan-anganku.
Aku tahu, bahwa sosok dirinya di masa lalumu masih tersimpan rapih di dalam hatimu. bahkan, ketika kalian tak saling menghubungi-pun, sosok dirinya tetap tersimpan rapih.
"Selama masa lalunya masih ia genggam erat, kamu takkan pernah bisa mendekapnya.
Ia dekat, namun hatinya jauh bukan untukmu.
Ia bisa menyayangimu, namun takkan pernah bisa mencintaimu.
Boleh jadi kamu nyaman dipeluknya, namun sosok yang ia bayangkan bukanlah dirimu.
Boleh jadi, kamu selalu ada untuknya, namun di dalam hati dan benaknya bukanlah kamu.
Ia takut kamu hilang dari pandangannya, bukan dari hatinya.
Kelak, jika sosok yang ia inginkan kembali, tak ada lagi waktu untuk kamu tetap bertahan disisi. Mungkin kamu pelengkap sepi, bukan pengisi hati.
Kepada kamu, aku sangat berterima kasih."
Masih adakah, sisa ruang kosong untukku didalam hatimu?
atau,
hatimu sudah penuh terisi oleh sosok dirinya, sehingga tak ada ruang sedikitpun untukku.
Biarkan aku menatapmu sebentar lagi, sebelum ia membawamu pergi ke tempat di mana aku hanya bisa menjadi rahasia yang kau simpan di dalam hati.
Kau boleh meletakkanku di urutan mana saja, setidaknya aku masih jadi bagian dari yang kau perhitungkan.
Ketika aku mengenalmu, aku tak pernah tahu semua dalam hidupku akan berubah.
Dan ketika kau pergi, aku tak pernah benar-benar menyangka, semua dalam hidupku tak lagi sama.
Ketika kau sudah bahagia nanti, ingatlah aku pernah memegang tanganmu erat dengan segala perdebatan hebat, untuk menolak sebuah kepergian.
Percayalah, hidup akan tetap selalu menarik tanpa aku. Hanya saja mungkin kelak kau merasa ada yang kurang, entah apa, dan mungkin, itu aku.
Apa dayaku bila seseorang bersedia menjagamu. tugasku kini adalah mengikhlaskan.
Kamu ketidakpastian yang aku semogakan dalam doa.
Aku biarkan rasa ini mengalir ke tanganku dan menjelema menjadi tulisan demi tulisan.
Tahukah kau, sebuah tulisan memiliki umur yang jauh lebih panjang dari penulisnya?
Tahukah kau, bahwa cinta yang dituangkan dalam tulisan ini berusia jauh lebih panjang dari sang pencinta itu sendiri?
Tahukah kau, jika aku sudah tiada, suatu hari nanti tulisan ini akan mengingatkanmu bagaimana langit dan bumi mengagumi caraku mencintaimu?
Dan tahukah kau, aku harap ketika tulisan-tulisan ini tanpa sengaja menghampirimu lagi nantinya. mereka tak akan membuatmu menyesal bahwa saat itu kau tidak mencintaiku.
--Dariku, yang suka menuliskan surat untukmu.
Komentar
Posting Komentar