Kehilangan.
Kau hilang dalam genggamanku. Mengubah perasaanku menjadi tak menentu. Hilang
semua tanda tanyaku, menyimpulkan hal baru, bahwasannya kau tak butuh aku.
Langit pun tahu perasaanku. Kelabu, dan sedih harus menerima kenyataan ini. Untuk
pertama kalinya, aku benar-benar merasa kehilangan, Aku yang kini merasa paling sendiri, paling
sepi, paling sunyi, berdiri di tempat paling nyeri.
Kehilanganmu seperti
kehilangan separuh hidupku.
Saat engkau melangkah untuk pergi,hatiku sedih. Saat kau tak
peduli hatiku sakit. Dan saat kau ucapkan kata perpisahan, Saat itu pula
hidupku tak berarti, Aku telah kehilangan.
Orang yang begitu berharga dalam hidupku, kini telah pergi.
Jejaknya, tak pernah kutemui lagi. Entah dimana dirimu
berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Apakah disana kau rindukan aku? Seperti
diriku yang selalu merindukanmu.
Meski cinta ini tak
menyatu dalam satu hati, Aku tak kan menghapusmu dari hidupku...
Aku cemburu kepada mereka yang selalu menikmati senyum dan
tawamu.
Tidak ada luka yang perlu kau tahu.
Seperti aku
yang tidak memberitahu mu betapa manisnya jatuh dan mencintaimu di waktu
bersamaan. Sama seperti kenyataan tak ada yang perlu kita banggakan siapa yang
paling terluka. Sebab, yang jauh lebih penting daripada luka adalah seberapa
dalam kau menyimpan bahagia yang pernah tercipta.
Kini, diriku disini hanya bisa untuk mengikhlaskan
kepergianmu. Nyatanya, Segala yang hilang
tidak pernah benar benar tiada. Mereka
hanya bermetamorfosis menjadi sesuatu yang lebih indah yang kelak akan kita
sadari.
Kita adalah dua orang asing yang belajar saling mengenal,
Lalu dekat, dan setelah itu kita dipaksa menjadi asing sekali lagi.
--Dariku, yang merasa hampa atas kehilanganmu.
Komentar
Posting Komentar