Seseorang yang kini menjadi labuhan hatinya



Hai…
Betapa beruntungnya kamu. Bagaimana hubunganmu dengannya? Bahagia kah?. Tentu saja, pasti kau sangat bahagia. Karena, siapa sih yang tidak bahagia  jika bersama dirinya. 

Kau pasti mengetahui tentang diriku, kan?. Ya, akulah perempuan yang pernah menjadi persinggahannya, entah itu dengan rasa cinta atau sekedar sebatas sahabat dekat. Namun, sahabat dekat tak bertingkah layaknya seorang pasangan bukan?. Mungkin ini lebih tepat disebut persahabatan platonis.

Apa yang kau rasakan saat ini? bahagia tentu, dan tentunya merasa paling beruntung,kan?. Adakah yang kau rasakan selain itu? …

Apakah kau pernah merasakan rasanya hati gundah gulana tak menentu? Tak tahu apa yang harus dilakukan, disaat hati tak mampu untuk bertahan, namun sulit meninggalkan?. Itu yang kini tengah kurasakan. Dirinya memintaku untuk meninggalkan dan melupakannya, namun apakah dirinya peduli akan perasaan ini?... tidak. Dia tak pernah peduli sama sekali.

 Sekali lagi, kukatakan bahwa kau beruntung saat ini, aku tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
Aku tidak marah padamu. Memang sudah takdirnya seperti ini.

Maka dari itu, aku titip pesan padamu, tolong jaga dia sebaik mungkin, jangan buat dia patah hati. Patah hati itu pahit. Jaga dia layaknya dulu aku yang senantiasa menjaga dirinya. Dan, diam-diam mendoakannya. Apakah kau bisa melakukannya? Kuharap kau bisa lakukan itu. 

Memang sangat mudah mengucapkan “ya, aku akan menjaganya melebihi dirimu”, namun apakah kau sanggup menjaganya dalam suka dan duka? Apakah kau sanggup merasakan sakit hati saat kau tahu segala perhatian dan penjagaan yang kau lakukan, tak pernah dianggapnya?. Ku harap engkau-pun sanggup.

Ku ucapkan terimakasih, telah membuat dirinya bahagia. 
Ada pepatah mengatakan “ada rasa yang tak bisa dibunuh”, ya aku akan tetap mencintainya, hingga nanti aku menemukan pemilik rindu-ku yang baru.   

Cinta tak pernah pergi, namun hanya pindah ke yang lebih menghargai.
Semoga hari-hari mu bahagia, wahai seseorang yang kini menjadi labuhan hatinya.


--Dariku, yang masih mencintai dirinya.


Komentar